Penting! Ketahui Hukum Menjual Daging Qurban atau Kulitnya

Ibadah qurban dilakukan bagi Anda yang telah balig, berakal sehat, dan memiliki materi yang cukup untuk melakukan qurban. Setelah melakukan qurban jika tidak karena memenuhi nazar maka Anda dapat mengambil sepertiga bagian dari hewan yang diqurban. Namun, Anda perlu mengetahui  tentang hukum jual kambing qurban atau sapi qurban agar tidak merusak ibadah qurban.

Cara Pembagian Daging Qurban

Para ulama membuat cara pembagian daging qurban yaitu Anda yang berqurban memakan sebagian daging qurban dengan sepertiga bagiannya. Sisanya dibagikan terlebih dahulu kepada yang lebih membutuhkan seperti fakir miskin sebagai bentuk sedekah dan dapat memenuhi kebutuhan mereka pada hari Idul Adha.

Setelahnya baru diberikan ke masyarakat lainnya. Pembagian daging qurban yang benar lebih rinci ialah dengan 1/3 untuk shohibul qurban. 1/3 bagiannya disedekahkan kepada fakir miskin. 1/3 bagiannya lagi untuk Anda yang melakukan qurban. Alangkah lebih baik jika seluruhnya Anda qurbankan kepada fakir miskin atau pun kepantiasuhan dan panti sosial.

Hukum Menjual Daging Qurban dan Kulitnya

Anda tidak diperkenankan untuk melakukan penjualan daging atau pun kulit hewan yang diqurban karena hukumnya haram. Sekalipun dengan maksud untuk membayar biaya penyembelihan. Hukum penjualan daging qurban dilarang baik bagi Anda yang berqurban atau pun bagi panitia qurban.

Bagi Anda para panitia yang memiliki alasan untuk menjual daging qurban untuk menutupi biaya operasional atau sejenisnya. Maka Anda harus membebankan itu kepada orang yang melakukan qurban dengan melakukan kesepakatan dari awal sebelum penyembelihan dilakukan.

Larangan menjual ini juga ada di dalam kitab Kifayatul-Ahyar karya Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini yang isinya hewan qurban harus dimanfaatkan dan tidak boleh dijual. Baik itu dagingnya atau pun kulitnya memiliki hukum yang sama. Dalam tekstual hadis jelas melarang menjual belikan kulit hewan qurban secara mutlak yang juga diriwayatkan dalam Al-Hakim.

Larangan ini disebabkan karena hewan yang diqurbankan merupakan bentuk dari taqarrub kepada Allah. Ibadah qurban yang dilakukan adalah bentuk taqwa Anda untuk mendekatkan diri kepada Allah seperti halnya zakat. Anda harus berhati-hati karena memperjualbelikan bagian dari hewan yang diqurban dapat merusak ibadah qurban.

Anda sebaiknya menyerahkan bagian kulit hewan qurban kepada siapa saja yang membutuhkannya, misalnya ke fakir miskin atau pun yayasan sosial. Jika fakir miskin atau pun yayasan sosial yang menerima menjual kulit tersebut maka itu tidak mempengaruhi ibadah Anda. Hal ini karena hasil dari penjualan itu juga digunakan kembali oleh mereka.

Penjualan yang diharamkan jika ditukar dengan uang dengan tujuan mendapatkan keuntungan dengan menjualnya kepada tukang sate atau pun pedagang lainnya. Sekalipun Anda melakukan penjualan dengan pertukaran dengan barang maka hukumnya adalah sama.

Dalam hadis riwayat Al-Hakim dikatakan bahwa Anda yang menjual kulit hewan qurban, maka tidak ada qurban bagi Anda. Anda juga dapat membaca penjelasan dalam kitab Al-Mauhibah jilid halaman 697. Bisa juga dengan membaca kitab Fathul Wahhab jilid 4 halaman 196, kitab Asnal Matalib jilid 1 halaman 125, dan kitab Busyral-Kariem halaman 127.

Apapun yang terkait dengan ibadah seperti hukum menjual daging qurban perlu Anda pahami dengan mempelajarinya kepada yang lebih memami. Anda bisa bertanya secara langsung kepada para ulama atau pun ustadz. Ketahui juga keriteria hewan yang sah untuk Anda qurbankan berdasarkan syarat yang telah ditetapkan. Pilihlah hewan qurban yang terbaik sesuai kemampuan.

About The Author

Add Comment